Langsung ke konten utama

Postingan

Pengaruh ragam qiraat bacaan Al-Quran terhadap teori hukum islam

Bismillah... Bahasa arab merupakan bahasa dengan keragaman dialek dan lahjah yang berbeda dari setiap suku nya, layak nya indonesia keragaman tersebut dipengaruhi oleh beberapa aspek kehidupan seperti lingkungan, budaya, sosial dll. Maka bahasa arab pun demikian dimana Al-Qur’an diturunkan dalam berbahasa arab yang bahasa arab itu sendiri memiliki ragam dialek dan lahjah, dengan sebab itulah maka Al-Qur’an pun diturunkan dengan bebagai lahjah dan dialek yang berbeda untuk mempermudah suku suku arab pada masa itu dalam membaca dan mengkaji Al-Qur’an, sehingga Al-Qur’an pun ketika dikaji saat itu para ulama juga berbeda pendapat dalam memaknai ayat atau pun kalimat tertentu sebab perbedaan bacaan tadi. Pada tulisan yang lalu (baca: hikmah dibalik ragam perbedaanbacaan Al-Qur’an) penulis telah memaparkan beberapa hikmah secara umum, pada tulisan kali ini penulis ingin memaparkan beberapa hikmah secara khusus dan spesifik dari berbagai sisi pengisbatan hukum. Sisi Fiqh i...

Kenapa berbeda? Hikmah dibalik ragam bacaan Qiraat Al-Qur’an

Bismillah. Al-Qur’an adalah sebuah kitab dengan keotentikan yang sangat terjaga dari sejak diturunkan hingga hari kiamat kelak baik secara lafadz bacaan maupun secara pengamalan nya, dalam pengamalan nya sendiri tidak sedikit perbedaan perbedaan yang terjadi baik dari segi hukum (baca: muamalah, ibadah dll), bahasa dan sastra (baca:gramatika) nya, hal itu disebabkan karena ayat yang diturunkan pun beragam bentuk bacaan nya (baca: keotentikan alqur’an dari segi qiraat nya) sehingga beragam pula penisbatan terhadapnya, akan tetapi Perbedaan yang dimaksud disini adalah perbedaan yang tidak saling berkontradiksi antara bacaan imam yang satu dengan bacaan imam yang lain karena itu bersifat mustahil terjadi dan sesuatu pun jika telah dibenarkan oleh Rasulullah   maka wajib untuk diterima kebenaran nya, tidak menolaknya dan menjadi sebuah kewajiban untuk beriman kepada nya karena semuanya itu diturunkan oleh Allah SWTuntuk kemaslahatan ummat manusia itu sendiri. Perbedaan...

Apa itu Qiraah Sab'ah dan Qiraah 'Asyarah ?

Bismillah ... Ilmu Qiraat tujuh ataupun Qiraat sepuluh merupakan bagian dari ilmu ilmu Al-Quran sebagaimana ilmu ilmu Al-Qur’an yang lain nya, didalam berbagai literatur pembahasan ilmu Qiraat, bahwa argumentasi pembahasan ilmu ini berawal dari beberapa hadist dengan subtansi yang sama dengan kalimat “unzila al-Qur’an ‘ala sab’ati ahruf”, pemahaman terhadap nya pun berbeda beda dari kalangan ulama ahlulqurra’. Pada tulisan yang lalu (baca:paham yang salahterhadap qiraah sab’ah part 1 dan part 2 ) penulis telah menguraikan makna “harf sab’ah” dan pendapat pendapat tentang hal tersebut, pada tulisan kali ini penulis akan membahas tentang apa itu Qiraah Sab’ah dan Qiraah ‘Asyarah dan juga pemahaman pemahaman yang keliru dari kedua qiraah tersebut. Harf sab’ah atau menurut pendapat yang rajih nya adalah tujuh jenis perubahan yang terjadi dalam qiraat   juga telah mencangkup qiraah sab’ah dan ‘asyarah didalam nya, artinya harf sab’ah lebih umum dan qiraah sab’ah da...

Paham yang salah terhadap Qiraah Sab’ah Part 2

Bismillah... Segala puji bagi Allah yang telah menjaga Al-Quran atas ummat manusia, dan menjadikan orang-orang yang menjaga nya sebagai orang-orang pilihan nya, dan menjadikan orang-orang pilihan nya sebagai keluarga nya, dan mengangkat derajat nya sebagai manusia yang mulia diantara seluruh manusia. Semoga Allah menjadikan kita semua bagian dari mereka. Aamiin... Pada tulisan part 1 sebelum nya (baca: Paham yang salah terhadap qiraat sab’ahpart 1) , penulis telah memaparkan beberapa pendapat dari makna “harf” dari beberapa hadis yang telah penulis uraikan, dan telah disebutkan juga dua dari tujuh perubahan atau perbedaan yang terjadi dalam bacaan qiraat itu sendiri, lima diantara nya akan penulis paparkan dibawah ini : Ketiga, berbeda dari segi wajah (baca:bentuk) I’rab nya (baca: Perubahan harakat akhir kalimat) Contoh pada Ayat ٱللَّهِ ٱلَّذِي لَهُۥ مَا فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَا فِي ٱلۡأَرۡضِۗ kalimat ٱللَّهِ berharakat kasrah (majrur) bisa dibaca ٱللَّ...

Paham yang salah terhadap Qiraah Sab'ah Part 1

Bismillah  Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan Al-Quran petunjuk bagi manusia semesta alam, terucap salawat dan salam kepada baginda Rasulullah yang telah mewariskan Al-Qur'an dengan berbagai kesempurnaan dalam setiap sisi bahasan nya dan juga kepada para pembaca Al-Qur’an yang digolongkan kedalam manusia yang mulia.  14 abad yang lalu sejak diturunkan nya Al-Qur’an kepada Rasulullah SAW dalam berbagai variasi bacaan, Al-Qur’an telah diajarkan dari generasi ke generasi dengan mata rantai yang terjamin keotentikan nya (baca:mutawatir) , dan juga terhindar dari kesalahan dan kekurangan. Adapun dalam perbedaan variasi bacaan nya tidaklah menunjukkan pertentangan dan perselisihan dari satu ahlulqurra (baca:ahliQiraat) dengan ahlulqurra yang lain melainkan hanya corak perbedaan dan perubahan saja yang tidak mengubah bahkan merusak makna kalimat atau ayat itu sendiri, karena perubahan atau perbedaan yang terjadi saling mengisi atau saling menguatkan satu s...

Keotentikan Al-Quran Dari segi Qiraat nya

Bismillah Al-Quran merupakan kitab samawi terakhir yang diturunkan Allah kepada Rasulullah SAW dan menjadi petunjuk pagi seluruh manusia, Al-Quran ini sangat terjaga dari segi kesucian nya, penyandaran nya ( baca: isnad) , dan juga keaslian nya ( baca: Otentik). Hal itu dikarenakan Al quran merupakan kitab yang sangat sempurna dari segi sastra, bahasa, dan juga Uslub uslub nya, maka dari itu juga Al-Quran menjadi penyempurna dari kitab kitab samawi yang diturunkan kepada Rasul rasul sebelum nya, oleh karena itu jika Al-Quran yang sampai ditangan para pembaca sekalian sudah tidak otentik lagi maka tentu sja tidak ada bedanya lagi dengan buku bacaan pada umum nya. Jika kita menoleh kepada sejarah, tidak sedikit dari para orientalis yang memperdebatkan Al-Quran dari segi sastra karena ada nya beberapa kalimat kalimat dalam Al-Quran yang berubah ubah, hal ini dilatar belakangi dengan Rasulullah yang membacakan Al-Quran kepada para sahabat menyesuaikan dengan kemampu...

Tulisan Pertama

Bismillah Assalamu’alaikum wr wb Hai teman teman semua 😃😃😃, selamat datang di Blog yang sederhana ini, Pada tulisan pertama ini saya akan memperkenalkan diri saya terlebih dahulu, Nama saya Mohammed Mi’raj, lahir di watampone (Sulawesi Selatan) 12 Agustus 1998, Saya adalah seorang Pelajar dari tanah bugis yang merantau dari satu daerah ke daerah lain dari suatu negeri ke negeri lain untuk mencari ilmu dan hikmah dari para guru, tokoh, ulama, kawan kawan mahasiswa dll, dan kini saya menetap tinggal di negeri kinanah (mesir), mengembang amanah dari kedua orang tua untuk menjadi manusia yang bermanfaat bagi orang lain juga bangsa dan negara. Dua tahun telah berlalu begitu cepat, tidak sedikit hal yang saya dapatkan disini sebagai seorang mahasiswa aktif Internal kampus maupun external kampus, maka dari itu salah satu tujuan saya membuat akun Tulisan ini adalah untuk belajar dan sedikit berbagi kepada teman teman semua. Nah, maka dari itu dengan belajar dan berbagi ini...